
Dalam era digital saat ini, demand generation berperan penting bagi kesuksesan bisnis, baik di ranah B2B maupun B2C. Riset dari Demand Gen Report yang diterbitkan oleh Adam Connell menunjukkan bahwa strategi demand gen berkontribusi sebesar 11-50% bagi total keuntungan perusahaan. Untuk bisa mendapatkan hasil yang baik, mari kita belajar contoh case study demand generation yang sukses.
Demand Gen Lab telah membuktikan keberhasilannya melalui berbagai proyek dengan klien lokal yang berhasil mencapai target pertumbuhan secara signifikan. Di samping itu, case study demand generation dari luar negeri menunjukkan keberhasilan strategi demand gen yang tidak dapat dianggap remeh. Anda bisa menyimak empat contoh studi kasus demand gen internasional yang terbukti sukses untuk mendapatkan gambaran cara mengadaptasi pendekatan serupa dalam bisnis Anda.
Drift Chatbot: Fokus di Thought Leadership
Dalam studi kasus pertama, Drift–layanan AI chatbot untuk customer service yang kini telah diakuisisi oleh Salesloft–membuktikan keunggulan pendekatan conversational marketing yang berfokus pada thought leadership.
Drift Chatbot berhasil menciptakan pipeline senilai US$15 juta dalam waktu 12 bulan melalui interaksi langsung dengan prospek. Sebagai pengganti lead form tradisional di halaman website resmi Salesloft, mereka menonjolkan studi kasus bagaimana Drift mampu mempermudah komunikasi antara tim pemasaran dan penjualan.
Selain itu, mereka juga rutin menerbitkan artikel blog yang informatif tentang pemasaran, cara meningkatkan produktivitas di perusahaan, cara meningkatkan layanan pelanggan, dan lain-lain. Bahkan, pengunjung juga bisa menggunakan chatbot mereka yang dibuat dengan teknologi Drift untuk mencari lebih banyak konten informatif di website serta menemukan solusi layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Untuk semakin memperkuat thought leadership marketing mereka, Drift juga rutin mengadakan webinar tentang topik yang relevan di dunia bisnis saat ini dan mengajak pengguna untuk mendaftar melalui email. Strategi ini mendorong keterlibatan pelanggan secara real-time, sehingga mempercepat proses konversi.
Data internal perusahaan menunjukkan peningkatan interaksi pengguna hingga dua kali lipat serta pertumbuhan signifikan dalam akuisisi pelanggan baru. Selain itu, Drift Chatbot berhasil menjadi platform chatbot nomor satu bagi tim pemasaran dan penjualan. Pencapaian ini terbukti dari penghargaan yang mereka terima pada kuartal pertama tahun 2024, yaitu Leader in The Forrester Wave™: Conversation Automation Solutions for B2B. Keberhasilan tersebut pun pada akhirnya mengubah norma industri, sehingga banyak pesaing yang kemudian mengadopsi konsep conversational marketing untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan.
Dari case study demand generation ini, Anda bisa melihat bagaimana pendekatan yang proaktif dan penggunaan teknologi canggih telah membuka peluang baru dalam dunia digital marketing untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis.
Gong: Strategi Demand Gen di LinkedIn
Gong.io adalah platform Revenue Intelligence yang bertujuan membantu perusahaan meningkatkan kinerja penjualan. Untuk mencapai visi tersebut, mereka memanfaatkan LinkedIn sebagai platform utama dalam strategi demand generation. Terutama, demi meningkatkan brand awareness, menghasilkan leads berkualitas, dan mendorong pertumbuhan revenue.
Pertama, mereka menggunakan fitur targeting LinkedIn yang canggih untuk menjangkau audiens spesifik, seperti profesional di bidang penjualan, manajer revenue, dan eksekutif C-level di perusahaan B2B. Mereka juga memanfaatkan data dari CRM mereka untuk membuat custom audience berdasarkan perusahaan atau industri tertentu.
Kedua, Gong fokus pada pembuatan konten yang bernilai tentang manfaat penggunaan AI dalam meningkatkan performa penjualan, seperti dalam bentuk ebook, whitepaper, studi kasus, video pendek, dan infografis. Konten ini dirancang untuk menarik minat calon pelanggan dengan memberikan solusi atas tantangan yang mereka hadapi.
Selain itu, Gong menggunakan LinkedIn Sponsored Content untuk mempromosikan konten mereka di feed LinkedIn, serta LinkedIn InMail untuk mengirim pesan personal secara langsung ke calon pelanggan. Mereka juga memanfaatkan LinkedIn Matched Audiences untuk melakukan retargeting kepada pengguna yang pernah mengunjungi website mereka atau berinteraksi dengan konten sebelumnya.
Kampanye demand gen mereka yang menggabungkan upaya organik dan berbayar sehingga menjaring jutaan interaksi di platform tersebut. Bahkan, menurut data yang diterbitkan oleh LinkedIn, jumlah komentar dalam post yang diterbitkan oleh Gong meningkat sebesar lebih dari 6.000% dibandingkan sebelumnya.
Pada akhirnya, strategi ini mendorong pertumbuhan lebih dari 80 persen tahun ke tahun, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan konversi dan akuisisi pelanggan. Gong pun mampu mencapai status unicorn dengan valuasi mencapai US$7,25 miliar. Pendekatan demand gen yang terintegrasi ini mengubah persepsi pasar dan membuktikan efektivitas strategi edukatif melalui platform LinkedIn.
Snowflake: Strategi Account-Based Demand Gen
Snowflake, sebuah perusahaan penyedia layanan penyimpanan dan analisis data berbasis cloud, telah menerapkan strategi account-based demand generation (ABDG) yang sangat efektif untuk semakin menumbuhkan bisnis mereka.
Strategi ini berfokus pada pendekatan yang sangat terarah dan personalisasi tinggi terhadap sejumlah kecil akun perusahaan besar yang memiliki potensi nilai tinggi. Snowflake menggunakan data dan analitik untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari solusi mereka, kemudian merancang kampanye pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan.
Salah satu kunci keberhasilan Snowflake adalah integrasi antara tim penjualan dan pemasaran. Kedua tim bekerja sama secara erat untuk mengembangkan pesan yang relevan dan menarik bagi setiap akun target. Mereka menggunakan berbagai saluran, termasuk email, konten yang dipersonalisasi, acara khusus, dan iklan digital, untuk menjangkau para pengambil keputusan di perusahaan-perusahaan tersebut. Selain itu, Snowflake juga memanfaatkan teknologi account-based marketing (ABM) untuk melacak dan mengukur efektivitas setiap kampanye.
Hasilnya, Snowflake berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 174% dan mencetak valuasi terbesar dalam sejarah saat mereka resmi IPO, yaitu 33 miliar USD. Dalam beberapa tahun, basis pelanggan mereka melonjak dari 500 hingga melebihi 6.000 klien enterprise dari berbagai industri dan wilayah geografis. Pertumbuhan yang pesat ini menjadikan Snowflake sebagai perusahaan perangkat lunak enterprise dengan pertumbuhan tercepat, sebagian besar berkat keberhasilan mereka dalam menggabungkan demand generation dan pendekatan account-based marketing.
Dengan fokus pada klien bernilai tinggi dan pendekatan yang sangat terpersonalisasi, Snowflake mampu meningkatkan pendapatan sekaligus membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan mereka. Hal ini menunjukkan betapa efektifnya strategi account-based demand generation dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang signifikan, terutama di pasar yang kompetitif seperti teknologi enterprise.
HubSpot: Demand Gen Dengan SEO
HubSpot menghadapi tantangan untuk mengedukasi bisnis tentang manfaat inbound marketing agar permintaan terhadap produk digital mereka semakin meningkat. Namun, mereka mampu mengatasinya dengan mengandalkan strategi konten dan SEO dalam strategi demand generation.
Mereka menyadari bahwa dengan menyediakan konten berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan audiens, mereka dapat menarik calon pelanggan secara organik tanpa bergantung pada iklan berbayar. Hal ini sejalan dengan filosofi inbound marketing yang mereka promosikan, yaitu menarik pelanggan melalui konten yang bermanfaat daripada mengganggu mereka dengan iklan.
Strategi yang digunakan HubSpot melibatkan pembuatan konten edukatif seperti blog, panduan, ebook, dan webinar yang dirancang untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh target pasar mereka. Mereka mengoptimalkan konten ini dengan teknik SEO yang canggih, termasuk penelitian kata kunci yang mendalam, optimasi on-page, dan pembangunan backlink yang kuat.
Dengan fokus pada kata kunci yang memiliki volume pencarian tinggi namun persaingan rendah, HubSpot berhasil menempatkan konten mereka di posisi teratas hasil pencarian Google. Ini memungkinkan mereka untuk menarik traffic organik yang signifikan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk iklan.
Melalui pendekatan ini, HubSpot berhasil menghasilkan 75% leads mereka secara organik melalui konten dan SEO. Bahkan, menurut hasil analisis internal, konten lama HubSpot yang diperbarui secara berkala mampu menyumbang lebih dari 75-90% total traffic menuju website mereka. Traffic organik yang konsisten dan berkualitas tinggi ini berhasil mengurangi biaya akuisisi pelanggan dan membantu membangun otoritas merek mereka di industri pemasaran digital.
Dengan inbound marketing sebagai strategi utama demand generation, HubSpot berhasil berkembang menjadi perusahaan bernilai tinggi. Spesifiknya, menurut laporan keuangan terkini HubSpot per kuartal keempat tahun 2024 yang diterbitkan di Business Wire, keuntungan mereka telah mencapai 2,63 miliar dolar.
Keempat case study demand generation di atas menunjukkan bahwa strategi demand gen bisa membantu perusahaan mencapai pertumbuhan yang signifikan. Content Marketing Institute juga mendukung manfaat tersebut dengan hasil riset mereka: 83% marketer merasa demand generation paling efektif untuk mengembangkan bisnis mereka.
Namun, kesuksesan dari demand generation tidak hanya terbatas pada perusahaan internasional. Demand Gen Lab juga telah membantu klien-klien lokal mencapai hasil yang mengesankan melalui pendekatan inovatif dan terukur. Anda dapat mempelajari lebih jauh tentang berbagai studi kasus lokal klien Demand Gen Lab di sini untuk melihat bagaimana strategi demand gen juga cocok bagi brand di Indonesia.